|

SBY: Tak Lepas Tangan, Tapi Tak Campur Tangan



Jika mencampuri urusan yang berkaitan dengan cacat hukum, maka SBY menilai ia tak netral.

Ditetapkannya dua komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi, Chandra Hamzah dan Bibit Samad Riyanto, sebagai tersangka membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono prihatin. Ia mengakui tidak bisa lepas tangan manakala terjadi gesekan antar lembaga penegak hukum. Namun ia juga tidak bisa campur tangan saat cacat hukum harus ditegakkan.

Chandra dan Bibit ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan kewenangan saat mencekal bos PT Masaro Radiokom, Anggoro Wijoyo.

“Adanya sangkaan, belum dugaan terhadap pejabat-pejabat yang dianggap melanggar hukum yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi, saya tidak lepas tangan tapi saya tidak boleh campur tangan. Tidak boleh mencampuri, polisi, tidak boleh mencampuri kejaksaan, tidak boleh mencampuri KPK manakala ada cacat hukum yang ditegakkan,” tegas Yudhoyono dalam jumpa pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu 16 September 2009.

Jika ia mencampuri tiga lembaga penegak hukum itu, kata Yudhoyono, maka berarti ia telah pandang bulu dalam menegakkan hukum.

Dalam jumpa pers itu Yudhoyono juga menyinggung soal pendapat kasus ini sebagai serangan balik koruptor. Yudhoyono mengingatkan bahwa sejak 2004 lalu saat ia mencanangkan pemberantasan korupsi, maka sejak itu pula terjadi resistensi, perlawanan dan perlemahan terhadap lembaga penegak hukum.

“Saya memang tidak akan lepas tangan mana kala ada benturan atau gesekan yang tidak sepatutnya terjadi, apalagi di antara penegak hukum, lembaga yang bertugas berantas korupsi,” kata dia.

Pada 13 Juli 2009 lalu, katanya, dalam rakor yang dihadiri KK, Polri dan Kejagung, ia memastikan mereka tidak saling bergesekan dan berbenturan. “Gesekan dan benturan hanya akan mengganggu pemberantasan korupsi, kita hanya diadu domba oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, sementara penyimpangan jalan terus,” kata dia.

• VIVAnews

Artikel Terkait:

  1. Pakistan Selidiki Campur Tangan Pendiri Facebook
  2. Puluhan Ribu Tanda Tangan Warga Dukung Susno
  3. Pramono: Soal Susno, Presiden Perlu Turun Tangan
  4. Megawati: Kasus Bank Century Segera Ditindaklanjuti
  5. Adnan Buyung: Polri Sudah Diingatkan Saat Periksa Pimpinan KPK

Blog Berita Indonesia - Kumpulan Berita Pilihan dari Portal Berita Ternama


Silahkan Komentar biar tambah seru...