Pemerintah Bantah di Balik Kisruh KPK-Polri
Pemerintah membantah berada di balik kekisruhan KPK versus Mabes Polri.
Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) mensinyalir ‘biang’ dari keksiruhan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Polri adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pemerintah membantah pernyataan itu.
“Jangan begitu lah. Nanti saja, saya tidak mau berkomentar. Saya mau rapat dulu,” kata Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu, 16 September 2009.
Hatta belum dapat berkomentar banyak terkait kasus yang berbuntut penetapan tersangka kepada dua pimpinan KPK itu. Hatta juga baru mengetahui status tersangka Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah itu dari media massa.
“Saya belum bisa berkomentar, baru baca koran pagi ini,” ujar politisi dari Partai Amanat Nasional ini.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PKS, Fachri Hamzah, melihat penetapan dua pimpinan KPK merupakan kelanjutan dari pernyataan Presiden SBY. Dia menilai, dulu presiden sudah bilang secara terbuka bahwa KPK adalah lembaga superbody.
“Apa anda tidak melihat bahwa ini kelanjutan dari statement presiden yang lalu itu,” kata Fachri di Gedung DPR.
Dini hari tadi, Markas Besar Polri menetapkan tersangka dua petinggi KPK, Chandra M Hamzah dan Bibit Samad Rianto. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan penyalahgunaan kewenangan saat mencekal bos PT Masaro Radiokom Anggoro Widjojo.
Pengusutan ini terkait dengan pengambilalihan Bank Century oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pada November 2009. LPS pun sudah mengucurkan dana sebesar Rp 6,7 triliun kepada Bank Century. LPS menyatakan pengucuran ini untuk menyelamatkan Century dari aksi rush oleh nasabah.
• VIVAnews
Artikel Terkait:
- HUT Bhayangkara dan Kisruh Rekening Jenderal Polri
- PAN: Sekber Akan Menjamin Dukungan Terhadap Pemerintah
- Polri Belum Akan Tangguhkan Penahanan Misbakhun
- Polri Bantah Tangkap Tersangka Terorisme
- Abu Jibril Balik ke Mabes Polri
Blog Berita Indonesia - Kumpulan Berita Pilihan dari Portal Berita Ternama
