Partai Islam: Non-Muslim Bisa Pakai ‘Allah’

Share |


Partai Islam se-Malaysia (PAS) menyatakan tidak keberatan dengan penggunaan kata “Allah” sebagai alternatif kata Tuhan untuk kalangan non-Muslim. Menurut PAS, kata Allah bisa digunakan oleh para penganut agama keturunan Nabi Ibrahim – yang dikenal oleh umat Nasrani dan Yudaisme sebagai Abraham.

Demikian menurut pernyataan PAS seperti yang dikutip laman harian Malaysia, The Star, usai menggelar pertemuan dewan pimpinan Senin malam, 4 Januari 2010. Sikap salah satu partai terbesar di Malaysia itu terkait dengan kontroversi penggunaan kata “Allah” di Negeri Jiran.

Pengadilan Tinggi di Kuala Lumpur, 31 Desember 2009, mengizinkan pengelola suatu penerbitan Katolik, The Herald, untuk kembali menggunakan kata “Allah” – yang selama ini dilarang oleh pemerintah bagi umat non-Muslim. Namun, pemerintah awal pekan ini justru mengajukan banding atas putusan pengadilan itu dan minta agar vonis tidak segera diberlakukan sambil menunggu keputusan hakim atas permohonan banding.

Kalangan rohaniwan Kristen dan Katolik serta umat Muslim moderat di Malaysia menyayangkan langkah pemerintah itu karena bersifat diskriminatif. Apalagi pemerintah tahun lalu sudah mewujudkan larangannya dengan menyita belasan ribu eksemplar Alkitab dari Indonesia yang mencantumkan kata Allah.

Namun, sebagai partai yang selama ini memperjuangkan kepentingan umat Muslim di Malaysia, PAS justru menyatakan tidak keberatan penggunaan kata Allah di kalangan umat Kristen/Katolik dan Yudaisme.

“PAS ingin menyatakan bahwa berdasarkan prinsip-prinsip Islam, penggunaan kata ‘Allah’ oleh mereka yang menganut kepercayaan yang diwariskan keturunan Nabi Ibrahim [Abraham] seperti Kristen dan Yudaisme, bisa diterima,” kata Hadi Awang, ulama konservatif yang tengah menjabat sebagai presiden PAS.

Namun, menurut Awang, penggunaan kata Allah di luar non-Muslim ada syaratnya. “Kata ‘Allah’ tidak boleh disalahgunakan untuk kepentingan yang bisa mengganggu kerukunan beragama di negara ini,” kata Awang dalam pernyataan tertulis seperti yang dikutip The Star dan harian Singapura, The Straits Times.

Pimpinan PAS sengaja menggelar pertemuan khusus untuk membahas penggunaan kata Allah karena para anggotanya meminta sikap partai menyangkut isu itu. Pasalnya, larangan penggunaan kata “Allah” oleh pemerintah ternyata tidak saja menimbulkan keresahan antara umat Muslim dengan non-Muslim, namun juga di kalangan umat Muslim sendiri.

Sedangkan pemerintah selama ini bersikap bahwa pelarangan kata “Allah” untuk kalangan non-Muslim bertujuan untuk menjaga kestabilan sekaligus menghindari adanya keresahan serta kesalahpahaman di kalangan umat Muslim.

• VIVAnews

Related posts:

  1. Dunia Islam Kutuk Pelanggaran Israel Atas Masjid al-Aqsha
  2. Dunia Islam Desak Penyelidikan Pencaplokan Tempat Suci
  3. Kelompok Muslim AS: Penyerangan Pesawat di Texas Terorisme!
  4. 99 Superhero Muslim Saingan Superman
  5. Indonesia Ingin Jadi Kiblat Tren Busana Muslim Dunia
Posted by admin on Jan 6th, 2010 and filed under Politik. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. You can leave a response by filling following comment form or trackback to this entry from your site

Sepi ya ... ayo komentar dooong! biar tambah seru...

Arsip

code-3
News & Media Blogs - BlogCatalog Blog Directory Add to Technorati Favorites TopOfBlogs Show all blogs Personal Top Blogs Blog Iseng blog search directory blogarama - the blog directory blog, berita, indonesia, joglopos, joglo pos My Ping in TotalPing.com