Orang Sakit dan Nakal Kumpul di Mahkamah Agung
VIVAnews – Mantan Hakim Agung, Laica Marzuki, mengungkapkan praktik jual beli perkara masih sering terjadi di Mahkamah Agung. Praktik ini menjadi sebuah bentuk mafia peradilan.
“Ini adalah kumpulan orang-orang sakit dan nakal. Tidak hanya hakimnya, tapi juga jaksanya,” kata Laica dalam diskusi hukum di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis 23 Juli 2009.
Laica menjelaskan, seharusnya hukum dan keadilan tidak boleh diintervensi. Peran hakim diperlukan untuk menjaga kemurnian hukum ini. “Tapi kalau hakim bisa dibeli, maka tidak ada lagi yang bisa diharapkan. Karena hakim menjadi produk dari masyarakat yang sakit,” ujarnya.
Menurut Laica, praktik tersebut lahir karena kurang efektifnya mekanisme pengawasan internal di MA. “Di negara lain, internal control ini sangat efektif, tapi di Indonesia tidak efektif,” ujar mantan Hakim Konstitusi ini.
Untuk itu, lanjut Laica, pengawasan di MA harus ditambah dari pihak luar. Seperti dari Komisi Yudisial dan DPR. “External control ini harus makin diperkuat karena ada masalah tambahan yakni korupsi yang merajalela di tingkat peradilan,” jelasnya.
Artikel Terkait:
- Jaksa Nakal Akibat Pengawasan Tak Jalan
- Kasasi Syekh Puji Ditolak Mahkamah Agung
- Alasan Sakit Diragukan karena Anggodo Asyik Merokok
- Komisi III DPR Resmi Minta Wakil Jaksa Agung Keluar dari Satgas
- Prof Satjipto: Hukum Kita Sedang Sakit
Blog Berita Indonesia - Kumpulan Berita Pilihan dari Portal Berita Ternama
