|

Lebaran, Pasokan Listrik di Solo Aman



Saat lebaran, pengguna listrik terbesar dari kalangan industri libur.

Kekhawatiran kurangnya pasokan listrik di Solo saat lebaran ditepis PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Area Pelayanan Jaringan (APJ) Surakarta.

Meski saat lebaran di Surakarta dipenuhi pemudik, sehingga akan mempengaruhi konsumsi listrik, pengguna terbesar dari kalangan industri libur.

“Logikanya memang dengan datangnya pemudik, konsumsi listrik bakal meningkat. Namun, itu tidak akan terjadi karena rata-rata industri libur. Pasokan listrik tetap aman,” kata Humas PLN APJ Surakarta, Soeharmanto, kepada VIVAnews di Solo, Sabtu 12 September 2009.

Tidak beroperasinya sektor industri, menurut dia, pemakaian listrik justru turun 15-20 persen. Karakteristik pemakaian listrik oleh sektor industri akan tergantikan pemudik dari Jakarta.

Namun, pemakaian listrik oleh pemudik tidak akan melebihi konsumsi listrik seperti yang terjadi di sektor industri pada hari biasa.

“Di Surakarta ada 236 perusahaan dari total 930 ribu pelanggan,” ujar dia.

Meski jumlahnya tergolong kecil, tetapi konsumsi pemakaian listrik mencapai 50 persen dari total pemakaian listrik di APJ Surakarta.

Dengan liburnya perusahaan dan industri mulai H-2, kondisi itu ikut membantu mengamankan pasokan listrik. “Yang masih mengonsumsi hanya swalayan, itu pun tidak berpengaruh banyak,” ujar dia.

Prediksi kenaikan konsumsi listrik baru akan terjadi pada H+3 lebaran. Hal itu karena pada H+3 sektor industri mulai aktif kembali, sedangkan rata-rata pemudik belum kembali ke Jakarta.

“Pada H+3 beban kenaikan konsumsi listrik bisa lebih dari 430 megawatt (MW),” kata dia.

Untuk hari biasa dengan jumlah pelanggan dari sektor rumah tangga, konsumsi listrik hanya berkisar 303-349,6 MW.

Sedangkan angka beban puncak selama ini tercatat 436,5 MW, pada kegiatan tertentu seperti pemilihan umum (Pemilu) beberapa waktu lalu.

Kendati diprediksi ada peningkatan konsumsi listrik pada H+3 lebaran, PLN sudah menyiapkan langkah antisipasi yakni dengan menyiapkan genset dan travo cadangan sebanyak delapan buah untuk kondisi darurat.

Selain itu, PLN membuka posko lebaran dengan menggandeng beberapa mitra kerja untuk meminimalisasi dampak kenaikan pemakaian beban listrik.

“Kami juga mulai menerjunkan tim pengawas khusus di sejumlah titik rawan kerusakan,” katanya.

Tim tersebut akan bekerja intensif, khususnya menjaga kondisi travo yang selama ini rawan rusak.

Menurut Soeharmanto, tim khusus yang diterjunkan mulai pertengahan tahun ini sudah berhasil menekan angka kerusakan travo PLN.

Dia mencontohkan, angka kerusakan travo pada September hanya satu. Padahal, pada bulan sebelumnya, angka kerusakan mencapai sembilan hingga 29 kasus.

Menurut dia, satu-satunya wilayah di bekas Karesidenan Surakarta yang tetap mengalami kenaikan konsumsi listrik saat lebaran hanya di Kabupaten Wonogiri.

Angka kenaikan diprediksi mencapai 10 persen dari konsumsi biasa.

“Karena di sana pemudik banyak, sedangkan sektor industri sedikit. Tapi, kenaikan konsumsi tidak akan berpengaruh pada kondisi pasokan listrik di Solo,” tuturnya.

• VIVAnews

Artikel Terkait:

  1. Tarif Daftar Listrik Naik Per 1 Juli
  2. Listrik Dijamin Aman Saat Piala Dunia
  3. Wisatawan Lebaran Hidupkan Ekonomi Daerah
  4. Solo Mulai Ramai Pemudik
  5. 2,2 Juta Motor Siap Mudik Lebaran

Blog Berita Indonesia - Kumpulan Berita Pilihan dari Portal Berita Ternama


Silahkan Komentar biar tambah seru...