|

Kuatnya Dukungan Masyarakat Bukti Penegak Hukum Belum Pro Keadilan


Meluasnya dukungan masyarakat terhadap Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah adalah respons kritis terhadap pembiaran gesekan antarlembaga penegak hukum yang belum pro keadilan dan kebenaran. Dikhawatirkan, hal ini menjadi blunder bagi Polri.

“Saya khawatir menjadi blunder kedua bagi Polri (bareskrim) setelah dulu saat Pilkada Jatim, Wahyudi Purnomo Ketua KPUD Jatim yang ditetapkan tersangkan oleh Kapolda Jatim (saat itu), dianulir oleh Kabareskrim,” ujar Ketua Muslimat NU Khofifah Indarparawansa dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (2/11/2009).

Menurut Khofifah, logika yang dibangun Polri, Pemerintah, KPK, dan pihak mana pun, boleh saja berjalan di atas fondasi yang berbeda. “Tetapi jangan pernah meremehkan logika masyarakat. Pembiaran yang berkepanjangan, dapat menyulut maksimalisasi kekuatan masyarakat (people power),” imbuhnya.

Tim pencari fakta (TPF) yang dibentuk Presiden SBY, imbuh Khofifah diharapkan bisa bekerja komprehensif, terukur dan kredibel. Sehingga hasilnya sesuai dengan keinginan rakyat.

“Sejalan dengan itu, ke depan, konsep trias politika yang kita anut sudah
mendesak untuk dikaji kembali agar terumuskan regulasi hubungan antarlembaga negara yang tidak multitafsir,” tandasnya. (detik)

Artikel Terkait:

  1. Polri Siapkan Twitter dan Facebook, Bagi masyarakat Yang Ingin Akses
  2. Pengamat: Masyarakat Agar Hormati Proses Hukum Century
  3. Aparat Penegak Hukum Diminta Periksa Bupati Geredeg Korup
  4. Anggoro Tak Ditangkap Polri, Bukti Lemahnya Koordinasi Penegak Hukum
  5. Para Penegak Hukum RI Belum Sepenuh Hati Berantas Korupsi

Blog Berita Indonesia - Kumpulan Berita Pilihan dari Portal Berita Ternama


Silahkan Komentar biar tambah seru...