Kemarahan sambut pembom Lockerbie
Keluarga korban yang tewas dalam peristiwa pemboman sebuah pesawat AS di Lockerbie menyatakan kemarahannya saat orang yang dituduh bertanggung jawab dalam serangan tersebut disambut pulang di Libya.
Kerumunan massa di Tripoli menyambut kepulangan Abdelbaset Ali al-Megrahi, setelah dia dibebaskan dari penjara atas dasar kemanusiaan.
Putra pemimpin Libya Kolonel Muammar Gaddafi menyebut pembebasan itu sebagai tindakan yang berani dari pemerintah Skotlandia dan Inggris.
Tapi hal ini juga menimbulkan reaksi kemarahan dari keluarga korban dan dari presiden AS Barack Obama.
Kebanyakan dari 270 orang yang tewas saat pesawat Pan Am 103 meledak diatas Lockerbie pada tahun 1988 adalah warga negara Amerika.
Obama mengatakan pembebasan Megrahi, menjadi 8 tahun penjara dari hukuman seumur hidup adalah sebuah keputusan yang salah.
Dia mengatakan pemerintahannya telah meminta kepada pemerintah Libya agar kepulangan Megrahi yang menderita kanker parah tidak sambut selayaknya seorang pahlawan dan semestinya ditempatkan dalam tahanan rumah.
Ratusan orang bagaimanapun tetap berkumpul untuk menemui Megrahi sesaat setelah pesawat yang membawanya mendarat di Tripoli, banyak yang mengibarkan bendera.
Megrahi setibanya di Tripoli langsung disambut oleh putra Gaddafi.
”Saya ingin ucapkan terimakasih kepada pemerintah Scotlandia untuk keputusannya yang berani dan memahami situasi kemanusiaan”, kata Seif al-Islam Gaddafi.
Ada sejumlah laporan baru yang menunjukan kalau dia tidak bersalah, tambahnya.
Megrahi kemudian dibawa menemui keluarganya. Istrinya Aisha mengatakan dia sangat bahagia.
”Ini adalah momen terbaik, setelah kami menunggu selama 9 tahun”, katanya. ”Rumah menjadi penuh haru, semua orang yang menyayangi Abdelbaset bersama kami”.
‘Sebuah penghinaan’
Tapi keluarga korban yang tewas mengungkapkan kemarahannya atas keputusan untuk membebaskan Megrahi.
Susan Cohen dari New Jersey, yang kehilangan anaknya Theodora dalam pemboman mengatakan ”Ini sangat memalukan saya sampai tidak bisa menemukan kata yang tepat untuk menggambarkannya”.
Pemboman Lockerbie masih menyisakan duka bagi keluarga
”Anda ingin bersimpati kepada seseorang, tolong bersimpati kepada saya, kepada anak saya yang malang, jenazahnya jatuh 1 mil melewati udara”, kata Cohen kepada CNN.
Kara Weipz yang juga kehilangan saudara laki laki mengatakan keputusan itu adalah penghinaan. ”saya tidak akan menunjukan belas kasih kepada seseorang yang tidak menunjukan rasa penyesalan”.
Tapi keluarga korban yang lain bereaksi berbeda.
Juru bicara keluarga dari Inggris Jim Swire, yang kehilangan anak perempuannya Flora dalam peristiwa kejam itu, mengulangi pendapatnya kalau Megrahi tidak terkait dengan pemboman itu.
”Saya tidak percaya untuk satu waktu kalau lelaki ini terlibat dalam satu cara yang menyebabkan dia dinyatakan terkait”.
Megrahi dinyatakan bersalah dalam kasus pembunuhan di bulan Januari tahun 2001 dalam sebuah persidangan dibawah hukum Skotlandia di Belanda tapi selalu menyangkal sebagai orang yang bertanggung jawab dalam peristiwa pemboman.
Menteri Kehakiman Skotlandia, Kenny MacAskill mengumumkan pembebasan Megrahi Kamis pagi, dengan menyebut Megrahi kemungkinan bertahan hidup dalam hitungan 3 bulan lagi akibat kanker prostat yang dideritanya.
”Fakta kalau para korban tidak menunjukan rasa belas kasihan bukan dianggap sebagai satu alasan bagi kami untuk menyangkal rasa kemanusiaan kamu kepada dia dan keluarganya dalam hari hari terakhir hidupnya”, kata MacAskill.
Di London, jubir kementerian luar negeri mengatakan kalau setiap keputusan pembebasan Megrahi adalah keputusan kementerian dan pemerintahan Skotlandia seperti yang sudah mereka lakukan.
Wartawan BBC Christian Fraser di Tripoli mengatakan dalam waktu singkat Megrahi diyakini akan masih akan hidup, dan sepertinya dia akan dijamu selayaknya pahlawan nasional di Libya.
Tapi saat dia mati, dia akan dikubur sebagai orang yang dinyatakan bersalah sebagai pembunuh.
www.bbc.co.uk
Artikel Terkait:
- UGM : Kita Sambut Anggito Pulang ke “Rumah”
- Taliban Sangkal Pernah Latih Pembom New York
- Pembom Times Square New York Bukan Alqaidah
- FBI Kecam Pembebasan Teroris Kelas Kakap
- Khadafi Menjamu Pengebom Pesawat AS
Blog Berita Indonesia - Kumpulan Berita Pilihan dari Portal Berita Ternama
