Kasus Bibit & Chandra Diharapkan Buka Mata Presiden
Kisruh kasus 2 pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah diharapkan membuka mata Presiden SBY. SBY diharapkan memiliki kemauan politik membenahi bidang hukum seperti bidang ekonomi.
Demikian disampaikan Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution dalam acara pertemuan pimpinan media massa dengan Tim 8 di Hotel Nikko, Jl MH Thamrin, Jakar Pusat, Rabu (4/11/2009) malam.
“Dengan kasus ini, saya harap akan membuka mata presiden bahwa bidang hukum harus ditangani tidak kurang dari ekonomi. Bangsa ini tidak hanya butuh perutnya, tapi juga rasa keadilan bagi masyarakat,” ujar Adnan Buyung.
Pemerintahan SBY pun diminta memiliki komitmen kuat untuk membuat program jangka panjang yang jelas di bidang hukum, seperti halnya dalam bidang ekonomi.
“Kalau di bidang ekonomi pemerintah memiliki political will yang kuat dengan tim kuat. Tapi di bidang hukum, kan tidak ada. Selama ini saya kritik pemerintah tidak punya program jangka panjang yang jelas, arahnya, paramaternya, yang bisa dikur. Berbagai masukan selama ini kurang berhasil,” jelas Adnan Buyung. (detik)
Artikel Terkait:
- Pengamat: Teruskan Kasus Bibit-Chandra ke Pengadilan
- Status Chandra-Bibit Dipertanyakan DPR
- SBY Harus Berani Evaluasi Proses Hukum Chandra dan Bibit
- Jika Chandra & Bibit Tak Bersalah, Bumerang Bagi Polisi
- Polisi Harus Jelaskan Kasus Bibit dan Chandra
Blog Berita Indonesia - Kumpulan Berita Pilihan dari Portal Berita Ternama
