Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri berjanji akan menindak anak buahnya yang diduga terlibat dalam rekaman yang diputar di Mahkamah Konstitusi (MK), termasuk Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji. Namun hingga Anggodo Widjojo dibebaskan Rabu malam, Susno belum juga mundur. Mengapa Susno begitu digdaya?
“Kenapa Susno Duadji kuat betul? Ada apa di belakangnya?” ujar Ketua Tim 8 Adnan Buyung Nasution.
Hal itu dia katakan Adnan Buyung usai acara pertemuan Tim 8 dengan pimpinan media massa di Hotel Nikko, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2009).
“Ya itulah nanti yang kita mau lihat,” imbuh Buyung.
Menurutnya, dalam pertemuan Tim 8 dengan Kapolri Rabu 4 November, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri sudah mengatakan akan mengambil tindakan pada anak buahnya yang diduga terlibat dalam rekaman itu.
“Dia menyatakan akan mengambil keputusan, dan Insya Allah pagi sudah ada pengumuman. Tapi sampai sekarang belum ada pengumuman. Tadi disampaikan ada satu hint dari beliau, bahwa akan ada bukan pencopotan ataupun pemberhentian sementara, atau non aktif, tapi beliau (Susno) sendiri yang mengundurkan diri,” tukas Buyung.
Buat Tim 8, dengan cara apa pun modelnya Susno lengser dari Kabareskrim, tidak menjadi persoalan. Yang menjadi persoalan, Susno memang harus lengser dari Kabareskrim yang juga menangani kasus Bibit dan Chandra supaya masyarakat menilai ada tanggung jawab dalam kemelut yang sekarang terjadi.
“Lama-lama kalau dibiarkan masyarakat bukan minta Susno Duadji lagi, tapi Kapolri mesti turun. Nah kita ini membangun kembali trust. Yang Presiden minta supaya Tim 8 bisa membangun kembali kepercayaan masyarakat kepada pemerintah maupun aparatur penegak hukum. Kalau begini caranya nggak akan kembali, nggak ada gunanya,” tukas Buyung. (detik)
Related posts: